Perkembangan Pada Anak Usia Dini Menurut Jean Piaget

https://cdn.cdnparenting.com/articles/2018/08/287588696-H.jpg

Menurut piaget, cara berfikir anak bukan hanya kurang matang jika dibandingkan dengan orang dewasa karena kalah dengan pengetahuan, tetapi juga berbeda secara kualitatif. tahapan – tahapan perkembangan intelektual individu serta perubahan umur sangat mempengaruhi kemampuan individu mengamai pengetahuan.

tahapan perkembangan intelektual dari masa bayi hingga dewasa,

  1. tahapan sensori-motor : 0 – 1,5 tahun
  2. tahapan pr-operasional : 1,5 – 6 tahun
  3. tahapan operasional konkrit : 6 -12 tahun
  4. tahapan operasional formal : 12 tahun keatas

Tahapan Sensori-Motor

melalui panca indera (sensori) dan gerak (motor) artinya, anak mampu melakukan pengenalan lingkungan melalui alat indera dan pergerakannya

Tahapan Pra-Operasional

anak sudah dapat memahami realitas di lingkungan dengan menggunakan tanda-tanda dan simbol. cara berpikir anak pada pertingkat ini bersifat tidak sistematis, tidak konsisten, dan tidak logis. hal ini ditandai dengan ciri – ciri:

  1. transductive reasoning (cara berpikir induktif/deduktif tetapi tidak logis)
  2. ketidakjelasan hubungan sebab – akibat
  3. animisme (menganggap semua benda itu hidup)
  4. artifacialism (menganggap segala sesuatu di lingkungan memiliki jiwa seperti manusia)
  5. perceptually bound (menilai sesuatu berdasarkan apa yang di lihat atau dengar)
  6. mental experiment (mencoba melakukan sesuatu untuk menemukan jawaban dari persoalan yang di temuinya
  7. Centration (memusatkan perhatian pada sesuatu ciri yang paling menarik dan mengabaikan yang lainnya)

Tahapan Operasional Konktrit

anak sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran yang logika atau operasi. tetapi hanya untuk objek fisik yang ada saat ini. dalam tahap ini anak telah hilang kecenderungan terhadap animism dan articalism. egosentrisnya berkurang dan kemampuannya dalam tugas – tugas konservatis

Namun, tanpa objek fisik di hadapan mereka, anak-anak pada tahap operasional kongkrit masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika. (Matt Jarvis, 2011:149-
150).

Sebagai contoh anak-anak yang diberi tiga boneka dengan warna rambut yang berlainan (rani, rara dan lina), tidak mengalami kesulitan untuk mengidentifikasikan
boneka yang berambut paling gelap. Namun ketika diberi pertanyaan, “rambut rani
lebih terang dari rambut rara. Rambut rani lebih gelap daripada rambut lina. Rambut
siapakah yang paling gelap?”, anak-anak pada tahap operasional kongkrit mengalami
kesulitan karena mereka belum mampu berpikir hanya dengan menggunakan lambang-lambang.

Tahapan Operasional Formal

Pada umur 12 tahun keatas, timbul periode operasi baru. Periode ini anak dapat menggunakan operasi-operasi konkritnya untuk membentuk operasi yang lebih kompleks. ( Matt Jarvis, 2011:111). Kemajuan pada anak selama periode ini ialah ia tidak perlu berpikir dengan pertolongan benda atau peristiwa konkrit, ia mempunyai
kemampuan untuk berpikir abstrak. Anak-anak sudah mampu memahami bentuk argumen dan tidak dibingungkan oleh sisi argumen dan karena itu disebut operasional formal.

sumber Perkembangan Kognitif : Teori Jean Piaget – Fatimah Ibda

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top